Januari 24, 2012

Pilgrim

I’m just like a pilgrim…who looking 4 a destiny..
I’m looking  4 the truth.. the ultimate..
I’m looking of the Owner of my life…
I did it so far, to find satisfy my hunger… to find the meaning, to make me sure, to make me confidence..
I already know ‘dat The Owner of my life is Someone who mercy Kindness, The Greatest n the Best Truly..
So my ambition is to find Him, n I’d like 2 lay my head on His shoulder.. and ask so many questions that I have inside my mind..

So I was looking 4 the way He put His footprint..
Sometimes, I found He leave His footstep 4 me..
But sometimes I have 2 looking 4 it around the street, on the field, on desert, over the mountain high..over the seas..b’coz He out there 2..
I donna where I should go first. I don’t have any idea 2 find Him that way..
I was so confused..
Many people tell me He leave his footprint on on another places.. so many..
And then I found so many option, so many ways..
I don’t know which is the right, n which is just something that similar like Hims
I don’t have any idea..

So many thin’ I didn’t know bout Him…I finally find that this long journey is without result..it doesn't work..so vainly..

But wherever I saw the compass..
I convince my self that I should have belief.. that He always there..
In somewhere, where He has been decide to find me n bring me home..
I can’t wait that moment..

You are my destiny.. my Lord, my Savior..
Maybe the simple thin’ I have to do is just 2 go ahead,
To trust n put my whole hope on You that You are there n You’ll tell me everything the truth of this life, from this long journey…

and I wait 4 the progress..

Januari 22, 2012

I'm Yours

Tengah malem gag bisa tidur, akhirnya sambangin blog gw... Hadeuh, uda lama bangeet ga diurusin jadinya ky gini niyh...baru masuk ternyata debunya uda 5 cm n banyak jaring laba-laba dimana-mana...hoho..
Umm...mending gw sharing aja dweh... Skrng gw lagi denger lagu GMB Stand out..


AKULAH MILIK-MU

Di hidupku.. ku rasakan hadirMu
Dalam setiap waktu
Di hidupku.. Kau sesuatu sertaku
S’lalu mengasihiku
Cinta.. yang kudapat dariMu
Kan selalu terlukis di hatiku
#
Ketika Kau bertanya padaku
Apakah ada cinta yang lain?
Ku sadari cinta dalam hatiku
Akulah milikMu, hanyalah diriMu
Ketika Kau bertanya padaku
Apakah kukasihi yang lain?
Ku sadari Kau s’galanya bagiku
Akulah milikMu, hanyalah diriMu


Pertamakali gw kenal lagu ini dari Daniel sahabat gw…
Lagu ini bikin gw M.O.V.E  O.N bangeet waktu gw ultah tahun kemaren… gw bisa jatuh cinta sedemikian dalam ama God lewat lagu ini..
Sampe saat ini, tiap gw ambil waktu teduh sambil denger lagu ini, tetep aja biking gw nangis bombay meski uda didengar berkali-kali…
Thx God 4 having me…
I’m Yours^^

Februari 22, 2011

Mengampuni dalam situasi yang sulit

Bpk/Ibu/Sdr yang terkasih dalam Tuhan, adakah diantara qta yang susah mengampuni? Mengampuni orang tua kita kah, saudara kita, atau teman kita, atau bekas pacar kita yang dulu pernah menghianati kita.. (nga perlu tunjuk tangan kalo malu, cukup dengar kata hati kita saja =)..
Saudara, ternyata mengampuni adalah hal yang sulit sekali untuk dilakukan.
-    Malahan ada survey yang membuktikan bahwa hampir semua orang susah untuk memberikan pengampunan.
-    Pengampunan itu susah diberikan bukan kepada orang yang tidak dikenal, tetapi pengampunan akan lebih sulit diberikan kepada orang terdekat. (Makanya banyak orang yang kalo pacaran terus putus, jadi nga bisa akrab seperti sedia kala karena masih nga bisa mengampuni. Atau yang tadinya teman dekat menjadi musuh bebuyutan gara2 nga bisa mengampuni).
-    Kita biasanya sulit untuk mengampuni tergantung seberapa dalam luka yang kita rasakan. Umpamanya, luka yang dirasakan karena tertabrak container pasti jauh lebih parah daripada ketabrak sepeda?J. Gitu juga dengan luka hati. Semakin luka, semakin sulit mengampuni.
-    Beberapa bulan yang lalu saya melihat berita bahwa ada seorang istri yang tega membunuh suaminya lantaran sakit hati dengan suami. Gara2 suami selingkuh, dia kecewa n sakit hati yang teramat dalam, nga bisa memaafkan, jadi nga tanggung2 dia tega membunuh suaminya sendiri.
Ketika ada orang lain yang membuat luka hati kita, kecenderungan kita adalah benci dengan orang itu dan sulit rasanya untuk melepaskan pengampunan. Pengennya malah mendoakan dia supaya dia dapat celaka. Apalagi kalau kita sedang berhadapan dengan situasi sulit, ditambah lagi harus berhadapan orang-orang yang sulit, jengkelin nga ada dua.  Udah salah, nga merasa bersalah sama sekali, n walopun tau salah tetapi nga mau minta maaf. Jadi kalo uda sleg dengan orang yang seperti itu ya…ngapain di maafin! Saudara, ternyata masih banyak orang Kristen yang punya jiwa seperti itu.
Yang herannya, terkadang Hamba Tuhan masih bisa mengkhotbahkan tentang pengampunan, walaupun dirinya sendiri belum bisa mengampuni.. dan tidak mau belajar untuk mengampuni. Bahkan ada yang sampai bertahun-tahun bermusuhan dengan sesama Hamba Tuhan tanpa ada solusi. Makanya sebelum khotbah ini saya minta ampun pada Tuhan, jangan sampai saya belum mengampuni orang.. yah puji Tuhan untuk saat ini saya belum punya musuh..hehe
I.         Isi
Bpk/Ibu/Sdr, Firman Tuhan menganjurkan kita untuk mengampuni, dalam segala situasi. Walaupun dalam situasi yang sulit sekalipun. Didalam Alkitab, ada satu tokoh yang dapat menjadi teladan, masih bisa mengampuni walaupun dalam situasi yang sulit. Saudara, mari kita pelajari apa yang telah diteladankan Yusuf kepada kita, khususnya tentang pengampunan. Mari kita buka Keluaran 50:15-21.
Bpk/Ibu/Sdr yang terkasih dalam Tuhan. Yusuf adalah orang muda yang sangat dikasihi oleh ayahnya. Tetapi sayangnya, semua saudara-saudara tidak mengasihinya. Hanya lantaran iri hati kepadanya, saudara-saudaranya menjual Yusuf kepada Saudagar dari Midian. Ternyata pergumulan Yusuf bukan hanya sampai di sana. Orang Midian tersebut menjual Yusuf lagi kepada orang Mesir. Sampai di sana, ia difitnah oleh tante potifar sampe2 dia dipenjarakan.
Tetapi memang pada akhirnya Yusuf menjadi orang besar dan penuh kuasa di Mesir. Tetapi perjalanan hidup Yusuf adalah perjalanan hidup yang tidak menyenangkan, apalagi sebagai orang muda pada saat itu.
Sangat berat sekali menerima keadaan yang tidak menyenangkan karena perbuatan orang lain kepada kita. Demikian juga dengan Yusuf, dia tidak pernah berbuat salah, tetapi dia harus menanggung semua itu. Dan yang lebih menyedihkan lagi bagi Yusuf adalah: dia tidak bisa berkomunikasi dengan keluarganya, dia terpisah dari keluarganya. Kemudia dia dianggap sudah mati padahal masih hidup. Ini sangat menyedihkan sekali. Maukah Bpk/Ibu/Sdr dianggap sudah mati, padahal masih hidup? Pasti kita nga mau..
Saudara, Alkitab memberitahukan kepada kita bahwa semua pergumulan berat yang dialami oleh Yusuf adalah karena ulah saudara-saudara. Jadi secara manusiawi, Yusuf punya banyak alasan untuk membalaskan dendamnya kepada semua saudara-saudaranya yang telah berbuat jahat. Tapi apa yang dilakukan Yusuf? Pada waktu bertemu dengan saudara-saudaranya, Yusuf sama sekali tidak berbicara tentang masa lalu yang menyedihkan, Yusuf tidak menceritakan perasaan hatinya yang hancur pada saat itu dan Yusuf juga tidak berbicara tentang niatnya untuk membalaskan kejahatan saudaranya. Dalam situasi yang sulit,Yusuf masih bisa memberikan maaf bagi saudara2nya.
II.        Peralihan
Saat ini kita akan belajar bersama-sama dari sikap Yusuf. Bagaimana caranya sehingga Yusuf dapat mengampuni saudara-saudaranya. Yaitu :
1.   Menjadikan pengampunan menjadi way of life (gaya hidup)-nya.
Seorang teolog pernah mengatakan “Balas dendam dianggap alami oleh orang-orang dunia. Sedangkan pengampunan dianggap tdk alami.” Hal ini ada benarnya. Karena pada zaman sekarang ini, pengampunan adalah hal yang langka. Lihat saja di film2 yang sering kita tomton, lebih menonjolkan tema2 tentang pembalasan dendam. Hal ini dikarenakan balas dendam sudah menjadi way of life-nya orang dunia.
Yusuf adalah contoh seorang yang memiliki way of life “mengampuni”. Ia masih mau mengampuni meskipun luka dan sakit hatinya besar. Saya yakin ini bukan hanya kekuatan Yusuf sendiri. Tetapi Allah telah bekerja di hati Yusuf. Berkali-kali diceritakan bahwa ketika melihat saudara2nya, Yusuf pergi untuk menangis. Bahkan ketika mengakui bahwa dirinya adalah Yusuf yang mereka buang, Yusuf menangis dengan hebatnya. Kemungkinan (menurut saya) bahwa dirinya sebenarnya memiliki hati yang sedang dilema. Ia mengasihi saudara2nya, walaupun saudara2nya berlaku jahat kepadanya.
Masih ingat dengan perumpamaan tentang pengampunan yang pernah diberikan Yesus dalam Matius 18:21-35? Ada seorang hamba yang berhutang kepada raja. Hutangnya sangat banyak sampai dia tidak sanggup membayar. Tetapi karena belas kasihan raja, semua hutang2nya diputihkan. Meskipun ia telah mendapatkan anugerah dari raja, tetapi ia masih saja menagih hutang temannya sekalipun hutangnya cuma sedikit. Akhirnya dia dihukum oleh raja. Perumpamaan yang diberikan Tuhan Yesus ini menggambarkan tentang anugerah pengampunan.
Aplikasi :
Allah tidak pernah pelit pengampunan kepada kita. Coba kita renungkan, ada berapa banyak dosa dan kesalahan yang kita perbuat dalam hidup kita. Jika memakai standar kepantasan, ada banyak kesalahan kita yang rasanya tidak pantas dimaafkan. Seharusnya kita berakhir binasa. Tetapi pengampunan Allah diberikan sebagai bukti kasih Tuhan yang luar biasa. Sebesar apapun dosa kita, Tuhan siap memutihkan seperti dalam Yesaya 43:25à Ia tidak akan mengingat-ingat dosa kita lagi.
Kita telah diberikan pengampunan dari Tuhan. Nah, Jika kesalahan kita yang begitu banyak dan besar saja tidak henti-hentinya diampuni Tuhan, bukankah sudah sepantasnya kita pun mengampuni orang yang bersalah kepada kita, yang mungkin ukurannya lebih kecil dari dosa-dosa kita kepada Tuhan.
Saya nga perlu berkhotbah tentang doktrin keselamatan, kita semua sudah tahu dan percaya kalo pengampunan telah kita peroleh melalui pengorbanan Yesus. Untuk itu kalo kita sudah percaya kepada Kristus dan jika kita telah dipersatukan dengan Kristus, maka kondisi yang bagaimanapun beratnya, kita  akan tetap bisa memberikan pengampunan. Karena kita sudah memperoleh pengampunan yang sejati dari Kristus. Jangan sampai kita seperti orang jahat dalam perumpamaan pengampunan.
Kita nga perlu menunggu peristiwa heroik seperti Stefanus untuk belajar mengampuni. dipukuli n dirajam supaya kita bisa ngomong..”ya Bapa…ampunilah mereka…sebab mereka tidak tahu…” tetapi melalui peristiwa2 kecil kita bisa belajar mengampuni supaya menjadi way of life kita. Sama halnya, ketika saudara belajar matematika. Kita belajar matematika bukan dengan bagian yang sulit seperti aljabar, integral, atau menghitung bangun ruang. Namuin kita belajar dengan 1+1;  1X1. Kita juga belajar mengampuni mulai dari hal2 kecil, supaya “pengampun” itu menjadi identitas kita. Sekeliling kita butuh pengampunan dari kita. Teman kita, suami/istri kita (kalo ada yg sudah punya pasangan), mama, papa, mertua, teman pelayanan, teman gereja kita, mereka mungkin sedang menantikan pengampunan dari saudara.
Doa Tuhan Yesus di atas  kayu salib juga menjadi sebuah teladan buat kita yang sudah meneriman pengampunan Allah agar juga mengampuni orang lain. Tuhan Yesus ketika berada di atas kayu salib bisa saja mengatakan: ”Bapa, hukumlah mereka.” Tetapi Tuhan Yesus tidak. Dia pernah berkata “Kasihilah musuhmu” (Mat 5:44). Dari Paulus kita juga sudah membaca suratnya: “Tetapi hendaklah kamu ramah seorang terhadap yang lain, penuh kasih mesra dan saling mengampuni, sebagaimana Allah di dalam Kristus telah mengampuni kamu.” (Ef 4:32).
2.   Mengetahui rencana Allah
Pada waktu ayahnya meninggal, semua saudara-saudara Yusuf sangat ketakutan. Sampai mereka membuat siasat untuk mengakali Yusuf. Tetapi apa jawab Yusuf kepada saudara-saudaranya? "Memang kamu telah mereka-rekakan yang jahat terhadap aku, tetapi Allah telah mereka-rekakannya untuk kebaikan, dengan maksud melakukan seperti yang terjadi sekarang ini, yakni memelihara hidup suatu bangsa yang besar. Jadi janganlah takut, aku akan menanggung makanmu dan makan anak-anakmu juga." Demikianlah ia menghiburkan mereka dan menenangkan hati mereka dengan perkataannya." (Kej 50:19-21).
Luar biasa! Ini adalah satu pernyataan kemenangan Yusuf sebagai hamba Allah. Ini adalah teladan yang luar biasa dari Yusuf untuk kita dan harus kita tiru. Saudara, apa yang memotivasi Yusuf sehingga dia bisa mengampuni setiap orang yang membuatnya menderita? Jawabnya adalah karena : "Yusuf punya pemahaman yang benar tentang keberadaan dirinya dan orang lain di dalam rencana Allah".
Hal inilah yang telah memampukan dirinya berkata kepada saudara-saudaranya: "Bukan kamu yang menyuruh aku ke sini, tetapi Tuhan Allah.... memang kamu telah mereka-rekakan perkara jahat, tetapi Tuhan telah mereka-nya untuk kebaikan (Kej 45:8-9; 50:20).
Aplikasi :
Saudara, Firman Tuhan ini sangat kontekstual banget bagi kita yang dibentuk di seminari ini. Kalo kita disini tujuannya untuk sama-sama dibentuk dan diperlengkapi sebelum melayani, ya udah, mari kita terima setiap hal sebagai pembentukan. Mungkin kita pernah sleg dengan temen kita, bahkan mungkin kita sampai menyebutnya sebagai “rival” kita. Mungkin kita sangat membenci dia, sampai2 nga teguran. Tetapi kalo kita punya sikap seperti Yusuf dalam hal ini, menganggap bahwa tindakan jahat saudaranya ini sebagai cara Tuhan untuk sampai pada rencana-Nya, sehingga tidak ada lagi dendam di hati, sehingga memampukannya mengampuni. Marilah kita melihat dengan cara pandang yang baru. Kalau kita masih belum dapat mengampuni saudara kita, marilah kita lihat, dibalik setiap kejahatan saudara kita, dibalik sakit hati yang kita rasakan, ada pembentukan yang sedang Allah kerjakan didalam diri kita.
3.   Melakukan hal-hal baik bagi musuh
Bpk/Ibu/Sdr, meskipun Yusuf pernah disakiti, tetapi dia tidak mendendam. Bahkan dia melakukan hal2 yang baik kepada orang yang pernah menyakitinya. Bpk/Ibu/Sdr, inilah teladan yang ondah bagi kita. Yusuf mengampuni saudaranya bukan hanya dalam perkataannya saja, tapi juga dalam perbuatannya. “Jadi janganlah takut, aku akan menanggung makanmu dan makan anak-anakmu juga." Demikianlah ia menghiburkan mereka dan menenangkan hati mereka dengan perkataannya. (Kej 50:19-21). Tindakan Yusuf konkrit.
Disini Yusuf nga pake hukum “tit for tat”, gigi ganti gigi, mata ganti mata, tetapi kejahatan dibalas dengan kebaikan. Seperti konsep Tuhan Yesus, ditampar pipi kanan, diberikan pipi kiri. Walaupun Yusuf sudah disakiti oleh saudaranya, malah dia mau menanggung seluruh kehidupan saudara-saudaranya, (makanan, minuman, pakaian, tempat tinggal, dsb) padahal saudaranya ada 12, belum lagi istri dan anak2 mereka juga. Ia masih memberikan penghiburan bagi saudaranya. Perhatiannya masih total.
Bukan hanya itu, mari kita sama2 perhatikan pasal 45:1 – sebelum Yusuf memperkenalkan dirinya kepadanya bahwa dia adalah Yusuf – kita lihat caranya : Mula-mula Yusuf menyuruh semua orang Mesir keluar dari tempat itu (45:1). Mengapa Yusuf melakukan hal ini? Apakah ia malu kepada mereka kalau ia harus menangis di depan mereka? Rasanya tidak mungkin, karena tangisan Yusuf kedengaran sampai di luar (45:2). Atau karena malu mempunyai keluarga seperti mereka? Ini juga tidak mungkin karena nanti ia mengakui hal itu terang-terangan (45:16-20  47:1-dst). Kalau begitu mengapa? Karena ia tidak mau orang Mesir tahu kejahatan saudara-saudaranya kepadanya! Ini adalah hal yang sangat luarbiasa yang dilakukan oleh Yusuf. Tindakan Yusuf ini sangat cocok sekali dengan Firman Tuhan yang ada dalam 1Kor 13:7 yang mengatakan bahwa “kasih menutupi segala sesuatu”. Jadi walaupun ada orang yang telah menyakiti kita, tetapi kita tidak akan mengumbarnya sampai orang lain tahu…
Aplikasi :
Bpk/Ibu/Sdr, mari kita sama2 merenungkan: apakah kita biasanya berusaha menutupi kesalahan / dosa dari orang lain, atau sebaliknya bahkan menyiarkannya?
Bpk/Ibu/Sdr, mungkin kita akan merasa sangat susah untuk berbuat baik kepada musuh. Mungkin kita akan berkata “mana mungkin saya bisa?” Jawabannya adalah, Kita Bisa jika kita mempunyai  5 huruf : KASIH.
Kita mesti membedakan antara mengasihi dan menyukai seseorang. Kita bisa menyukai atau menyayangi seseorang, tetapi tidak memiliki perasaan yang sama terhadap orang lain. Penting untuk kita ketahui bahwa rasa suka yang alamiah ini bukanlah dosa ataupun suatu kebajikan. Sama halnya, misalnya, Wina menyukai jengkol, tetapi saya tidak suka. Apakah saya berdosa karena tidak suka jengkol? Tentunya tidak. Atau misalnya, saya menyukai steak, dan saudara tidak suka steak. Apakah saudara berdosa karena tidak menyukai steak? Tentunya juga tidak. Rasa suka atau tidak suka bukan dosa, itu merupakan sebuah fakta.
Memang apa yang selanjutnya kita lakukan dengan perasaan itu bisa menjadi dosa atau kebajikan. Misalnya sdr tidak suka dengan orang itu, kemudian sdr berharap dia celaka, dia stroke, dia mati. Nah ini yang menjadi dosa. Yang jelas, kita tidak mungkin memaksakan diri kita menyukai jengkol yang kita tidak suka. Sama halnya bagaimana mungkin saya bisa memaksakan diri menyukai orang itu, padahal kenyataannya dia tidak menyenangkan. Bagaimana mungkin, saya menganggap orang itu tidak terlalu jahat, padahal dia memang sangat jahat.
Mengasihi tidak berarti saya harus menyukainya. Bagaimana mungkin, saya mengatakan, dia orang yang sangat menyenangkan, padahal kenyataannya tidak menyenangkan dan saya tidak suka dengan caranya, gayanya, omongannya, perbuatannya.  Namun walaupun saya tidak suka dengannya, saya tetap bisa mengasihinya. Kita mengasihi orangnya dan tidak menyukai perbuatannya. Kita bisa mengasihinya dengan cara mengharapkan yang baik untuknya., Berharap bahwa dia tidaklah terus menerus jahat, berharap agar dia bisa berubah, berharap agar dia diberkati oleh Tuhan. Itulah yang dimaksud oleh Alkitab dengan mengasihi sesamamu, mengasihi musuhmu, yakni mengharapkan yang baik untuknya. Mendoakan dirinya.
Sesulit apapun situasinya, kita tetap bisa mengampuni jika kita memiliki kasih. Yesus berkata: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu. Mat 5:43,44 . Dalam Luk 6:27 Yesus berkata “Kasihilah musuhmu, berbuatlah baik kepada orang yang membenci kamu” Seperti inilah mengasihi musuh. Walaupun saudara tidak suka dengannya,.  Saudara harus melakukan kebaikan untuknya.
Kita  tidak perlu menunggu sampai rasa suka itu timbul untuk melakukan kebaikan. Mengasihi itu bukan soal perasaan suka atau nga suka. Mengasihi adalah masalah kehendak. Lakukan perbuatan baik untuk musuhmu, doakan dirinya. Itulah kasih. Rasa suka akan timbul dikemudian hari, setelah kita berulang-ulang melakukan kebaikan kepada orang yang kita tidak sukai.
Mengampuni nga akan bikin kita rugi. Bahkan dampak pengampunan sangat luar biasa.
1.    Kita tidak akan bersungut-sungut lagi setelah mengampuni, tetapi kita akan mendapatkan sebuah sukacita.
2.   Hasil daripada pengampunan ilahi bukannya menambah kebencian, melainkan mengurangi kebencian bahkan akan terjadi pertobatan.
3.   Saya yakin enteng rasanya kalau kita mau mengampuni. kita nga perlu untuk lari menghindar kalo ada musuh kita.
4.   Dampak yang lain lagi adalah, akan ada banyak jiwa yang akan diselamatkan karena kesaksian orang kristen.
4.   Penutup
Bpk/Ibu/Sdr, marilah kita belajar dari Yusuf, mampu mengampuni disaat situasi sulit sekalipun. Ia berhasil mengampuni sebab (1) Pengampunan adalah way of lifenya. (2) ia mengetahui rencana Allah mengenai hubungan antara orang lain dengan diri sendiri. (3) berbuat baik kepada musuh. 
Mengampuni itu indah.. seperti dalam buku mencintai hingga terluka "mengampuni itu seperti bunga yang tetap memberikan keharumannya kepada orang yang menginjaknya.."
Amien!
Happiness comes when I know ‘dat I was loved
I’m  having someone who loves me.. but actually not yet,
I love him 2.. but I know it’s not enough
Maybe one thing ‘dat I have 2 do just wait..wait until something happen..
wait until he ready 2 build a relationship again..
will I give up? Coz I see d others who waiting me… I don’t thin so..

I don’t know why I must love him… why I must see him as a special person…
why I must waiting.. why I must survive 4 dis.. but that’s all..
Maybe I’m too strong in hoping..
I don’t know God agree or not If I’m thinking bout him everyday…but it is..

We made a memory.. we spent our time 2gether..
Just walk, just little talking, but seems so special..
 oh God, I’m trying to stop n become more rational 4 ‘dis unclearness.. but it doesn’t work..too hurt..
Maybe I just need to let it like a river flow..
coz I believe that he feel d same…
do I must let him go when he fight his struggle..? I know it must happen just 4 our best..

Above all, I know d pow’r of loving.. n be loved..
Of course Dat was God’s Love who made all complete…
to filling our hungry heart when we r separated by time n space..
God, save our heart..

Desember 14, 2010

Teringat selalu
Pada pertemuan pertama
Hasrat hati ini
Semakin hari membara
Untuk mengenalMu,
Dan menyelami hatiMu
Rindu tak tertahan
Bertemu denganMu.,

KasihMu.,
Menyentuh hati ini,
Bawaku dekat selalu
Kekasihku

Jiwaku..,
Rindu kehadiranMu,
Terpesona selalu
Pada diriMu.,

Desember 13, 2010

Karakteristik Nubuatan Mesianik Oleh Para Nabi Dalam PL


I.                   Pendahuluan
Berbicara mengenai Perjanjian Lama, hal yang menarik adalah meneliti masalah nubuatan mesianiknya. Sebab di dalam Luk 24:27, 44, dikatakan bahwa semua nubuatan yang tertulis tentang mesias (nubuatan dalam PL) harus digenapi. Iman Kristen mempercayai bahwa setiap nubuatan telah digenapi dalam diri Yesus Kristus. Inilah batasan yang diambil dari bukti-bukti Alkitab. Melalui nubuat, rencana Allah dalam karya penyelamatan-Nya dapat dilihat secara lebih jelas.[1] Karena itu, nubuat harus dievaluasi berdasarkan latar belakang rencana penyelamatan Allah pada manusia berdosa di mana semua nubuat harus dipandang sebagai suatu kesatuan. Tidak ada satu pun nubuat yang dapat dimengerti sepenuhnya apabila dipisah-pisahkan.[2] Maka dari itu, penulis mengasumsikan bahwa terdapat karakteristik tertentu mengenai nubuatan para nabi-nabi PL tentang Mesias.
Untuk itu dalam Paper ini, penulis secara khusus membahas mengenai nubuatan mesianis melalui nubuatan para nabi-nabi PL yang akan menggenapi maksud, rencana, dan kehendak Allah. Penulis memfokuskan tulisan ini hanya pada nubuatan nabi-nabi dan mendeskripsikannya secara garis besar agar dapat ditarik karakteristik atau sifat-sifat umum nubuatan para nabi di Perjanjian Lama. Disamping mendeskripsikan nubuatan mesianis oleh para nabi-nabi PL, penulis akan mendeskripsikan penggenapannya di PB dalam diri Yesus Kristus.

II.                Pengharapan akan kedatangan “mesias”
a.      Pengertian “mesias” dalam Perjanjian Lama
Menurut Kamus Webster’s Encyclopedia Deluxe Edition, Mesias adalah seorang pemimpin dan penyelamat orang Yahudi yang kedatangan-Nya telah dinubuatkan dalam Perjanjian Lama. Kata “mesias” berasal dari bahasa Aram, yaitu  x;yviäm. atau משיח  (masyiakh), artinya “mengolesi; mengurapi; melantik”.[3] Pada awalnya ini menunjukkan raja yang sedang berkuasa pada kerajaan Israel raya, terutama yang berasal dari dinasti Daud. Di dalam Perjanjian Lama, ada kalanya istilah ”mesias” juga digunakan terhadap raja Israel (kerajaan Utara) yang sedang memerintah.[4] Lambat laun istilah mesias digunakan pada raja Keselamatan yang akan datang, sebagai pengharapan bangsa Israel. Dan raja yang dinanti-nantikan tersebut dikumandangkan sebagai keturunan Daud, sesuai dengan nubuatan Nabi Natan (2 Sam 7). Kata “Mesias” dalam bahasa Yunani ditulis χριστος – (khristos), dari kata kerja χριω (khriô), “mengurapi”. Kata ini adalah merupakan asal-muasal bentuk Indonesia 'Kristus'.[5] Maka, nama “Kristus” adalah persamaan “Mesias” dalam bahasa Yunani, sehingga nama Yesus Kristus berarti “Yesus Sang Mesias”, atau “Yesus yang Diurapi”.
b.      Penantian bangsa Israel akan kedatangan Mesias
Sebagaimana umat Israel pernah tidak memiliki raja, demikianlah datang waktunya dimana mereka tidak punya raja lagi. Hal ini terjadi ketika kerajaan Yehuda runtuh (586 SM). Dan wilayahnya dimasukkan dalam kerajaan Babilonia. Raja-raja asing (Neh 9, 37) berturut-turut menguasai sisa umat yang tertinggal (Yahudi) dan dengan segala kepahlawanannya, mereka tidak berhasil untuk “memulihkan kembali kerajaan bagi  Israel[6] (Kis 1, 6). Umat Israel merindukan kerajaan mereka pulih. Maka Allah berjanji akan memberikan raja adil (Mesias) asalkan mereka mau berbalik pada Tuhan. Inilah yang kemudian menjadi latar belakang nubuatan para nabi yang melayani di antara abad ke-9 hingga abad ke-5 SM.[7]
Para teolog modern berpendapat bahwa : Bangsa Israel sangat mengharapkan kedatangan sang “raja adil”/mesias itu. Maka mereka mengira akan menerima hal itu ketika raja-raja baru bermunculan. Tetapi pengharapan itu gagal karena dari waktu ke waktu tidak ada raja yang ideal seperti yang mereka harapkan.[8] Tetapi dibalik itu semua, Allah sendiri yang membangkitkan pengharapan bangsa Israel tersebut.[9] Selama 3500 tahun orang Israel/orang-orang Yahudi menanti kedatangan Sang Penebus. Seperti yang dikatakan oleh Musa (Ul 18:18-19).[10] Bagian ini menyatakan bahwa Mesias akan datang dari ditengah-tengah bangsa Yahudi, yang kemudian akan menjadi seorang nabi besar yang berbicara tentang firman Tuhan.

III.             Nubuat Datangnya Mesias Oleh Para Nabi
Ratusan tahun sebelum Yesus lahir, para nabi dari Perjanjian Lama (PL) telah banyak berbicara tentang pesan Allah kepada manusia. Yaitu bahwa Allah akan mengirimkan seorang Juruselamat/mesias ke dalam dunia. Mereka tidak hanya membicarakan prosesi kedatangan-Nya, tetapi juga hal-hal tertentu yang akan terjadi dalam kehidupan-Nya. Baik oleh nabi yang hidup pada sebelum masa pembuangan maupun nabi yang hidup setelah masa pembuangan :
3.1  Oleh Para Nabi sebelum masa pembuangan
Janji tentang kedatangan Mesias sudah ada sejak zaman Hawa ketika masih berada ditaman Eden. Ia akan meremukkan kepala ular (Kej 3:15). Allah juga telah memberikan janji kedatangan mesias pada zaman Sem, Abraham, Ishak, dan Yakub.[11] Namun yang akan dibahas disini hanyalah beberapa nabi diantaranya :
·         Natan
Setelah Daud membangun Bait Suci bagi Tuhan, Nabi Natan diutus Tuhan untuk menyampaikan janji Allah kepada Daud bahwa Sang Mesias akan datang sebagai salah satu keturunannya, sebagai Raja abadi, seperti dikatakan Tuhan, Dialah yang akan mendirikan rumah bagi nama-Ku dan aku akan mengokohkan tahta kerajaannya untuk selama-lamanya (2 Samuel 7:13). Yesaya mengatakan, “Suatu tunas akan keluar dari tunggul Isai (yaitu ayah Daud), dan taruk yang akan tumbuh dari pangkalnya akan berbuah”. Daud menuliskan dalam Mazmur 22, menubuatkan apa yang dipikirkan oleh Yesus di kayu salib.
·         Amos[12]
Nabi Amos menyerukan nubuat kedatangan Mesias yang berasal dari keturunan  raja Daud.[13] Amos mengatakan bahwa kerajaan Daud akan kembali besar menguasai Israel yang telah dipersatukan dan menguasai bangsa-bangsa tetangga termasuk Edom. 
·         Hosea
Hosea memfokuskan bahwa mesias adalah raja yang datang dari keturunan Daud.[14] Hosea bernubuat bahwa pada masa akhir nanti Israel akan kembali mencari Daud dan kemudian bergabung kembali dengan Yehuda dan mengakui Daud sebagai rajanya (1:11; 3:5). Hosea diutus Tuhan untuk mencintai Gomer, seorang wanita sundal kemudian menebus dia. Ini seperti gambaran tentang mesias yang nantinya juga akan menebus umat manusia.[15] Hosea menubuatkan dalam Hos 11:1 bahwa Allah memanggil Anak-Nya yaitu Mesias dari Mesir. Dan ini telah digenapi dalam Matius 2:20. Mesias yang lahir di Betlehem Efrata, keturunan Daud dan lahir dari seorang perawan harus dipanggil dari Mesir. Ada 5 aspek yang spesifik dari janji Tuhan di kitab Hosea. 1). Mesias akan datang ketika Israel kembali kepada Tuhan. 2). Mesias berasal dari keturunan Daud. 3). Ia akan menjadi raja yang besar. 4) Ia akan membuat bangsa-bangsa tunduk kepada-Nya. 5). Mesias diidentifikasikan dengan Yahweh.
·         Yesaya[16]
Walaupun Yesaya mengetahui rencana kehancuran Yehuda, tetapi ia tetap berpegang pada harapan bahwa penguasa masa depan yang akan diurapi akan datang dan akan berasal dari keturunan Daud. Yesaya menubuatkan bahwa mesias akan lahir dari seorang perawan (Yesaya 7:14) dan ini digenapi dalam Matius 1:23. nubuat ini telah dinubuatkan oleh Yesaya ± 700 tahun sebelum Yesus lahir. Mesias dinyatakan dalam Yesaya 7:14 layak mendapat gelar Imanuel -- Allah menyertai kita. Dalam Yesaya 9:5-G, Anak yang lahir, Putera yang diberikan, diuraikan sebagai “Allah yang Perkasa, Bapa yang kekal, Raja Damai.” Dinubuatkan oleh Yesaya bahwa Mesias akan memerintah atas sisa bangsa yang selamat dengan hukum dan keadilan. Ia akan dipenuhi oleh Roh Allah (Yes 7:13-17; 9:5-6; 11:1-9).
·         Mikha
Mikha menubuatkan bahwa Mesias bukan hanya berkuasa atas Israel dan Yehuda saja, tetapi pemerintahannya akan sampai ke ujung bumi (Mikha 5:1-4a). Mikha menguraikan bahwa Anak yang akan lahir itu sebagai Seorang “yang permulaannya sudah sejak purbakala, sejak dahulu kala.” Pernyataan ini merupakan pernyataan yang kuat tentang keberadaan sang Mesias sebelum la dilahirkan ke dunia. Gabungan kesaksian di atas ini dengan kesaksian-kesaksian lainnya memastikan hanya bila Ia datang, Mesias itu adalah Allah dan Manusia di dalam satu Pribadi. Mikha menggambarkan bahwa mesias akan datang sebagai sesosok yang sederhana, yang lahir di kota kecil Betlehem (5:1). Kelahiran sang mesias telah dinubuatkan lebih kurang 700 tahun sebelumnya.[17] Kota Betlehem ini digambarkan begitu kecil (kota Benyamin), namun Allah akan meninggikan Betlehem. Ada pendapat yang mengatakan bahwa kota Betlehem ini merupakan tempat asal-usul kaum Efrata, yang juga menjadi suku asal-usul Daud.[18] Mikha melihat bahwa kekuasaan mesias tidak terbatas pada Israel, tetapi sampai ke seluruh dunia.
·         Yeremia
Pengharapan mesias dalam kitab Yeremia lebih samar-samar dari pada di dalam kitab Yesaya. Yeremia banyak mengaitkan nubuatnya pada tradisi-tradisi lama tentang penyelamatan dari Mesir, perjanjian di sinai dan penguasaan Palestina.[19] Ia juga berbicara tentang mesias yang akan datang dari keturunan Daud (23:5). Yeremia bukan hanya membahas kehancuran Yehuda, tetapi juga kehancuran bait Allah dan terhentinya pemujaan dan peribadatan dalam Bait Allah. Oleh karena itu ia mengajukan gagasan bahwa pada kedatangan raja yang akan datang itu ada jabatan keimaman yang disamping mesias, menjamin kebangkitan kembali pemujaan dan peribadatan bangsa Israel (33:17).
3.2. Pada masa pembuangan
·         Yehezkiel
Pengharapan mesianis dalam Yehezkiel dipandang sebagai salah satu berkat Allah. Mesias ini bukan mempunyai kekuasaan duniawi tetapi sebagai Raja Kedamaian. Yang pekerjaannya dapat dibandingkan dengan pekerjaan gembala. Yehezkiel  membayangkan sebuah negara agama yang akan berdiri setelah masa pembuangan. Ia sangat meyakini bahwa : a). Masa kedatangan mesias akan tiba. b). Orang-orang Israel akan kembali ke tanah yang dijanjikan
3.3. Oleh para nabi setelah masa pembuangan
·         Hagai
Hagai sangat yakin bahwa penggenapan janji Allah akan terlaksana dalam waktu singkat. Hagai yakin bahwa dalam nama Zerubabel, keturunan Daud[20] yang mempunyai peran besar dalam kembalinya bangsa dan pembangunan Bait Allah, akan wujud penggenapan pengharapan mesianis bangsa Israel (Hag 1:1-12; 2:21-24). Karena melihat pembangunan bait Allah, maka Hagai yakin bahwa penggenapan janji Allah dalam nubuat nabi-nabi dari masa pra-pembangunan (Yeremia, Yehezkiel, dan Yesaya) yang berakar pada nubuat nabi Natan (2 Sam 7) akan terwujud pada masa hidupnya.
·         Zakharia
Dalam Zakharia 1-8 dapat dilihat bahwa kitab Zakharia menuju penggenapan. Zakharia yakin bahwa kerajaan Allah sudah dekat, dimana kekuasaan-Nya diwakili oleh dua orang yang diurapi. Satu adalah mesias (politis), dan satu lagi mewakili tradisi para imam yang menjadi penasehatnya, sehingga antara keduanya ada kedamaian. Zakharia menubuatkan bahwa akan ada yang menghianati Mesias. Dan dalam kitab Matius 27:9-10, dapat dilihat pengenapannya dari nubuatan Zakharia 11:12, bahwa Yudas Iskariot mengkhianati Tuhannya dengan harga seorang budak, 30 keping perak (Keluaran 21:32).
3.3              Tabel nubuatan Mesias dan Penggenapannya
Dibawah ini adalah tabel yang penulis buat untuk mempermudah dalam melihat perbandingan nubuat mesianik melalui nabi-babi Perjanjian Lama dan penggenapannya dalam Perjanjian Baru :
Nubuat Perjanjian Lama
Penggenapan oleh Kristus
Yesaya menubuatkan bahwa mesias akan lahir dari seorang perempuan muda. Ia akan  mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki, dan ia akan menamakan Dia Imanuel (Yes 7:14)
Nubuatan ini akhirnya digenapi dalam Mat 1:23
Mikha 5:1 menunjukkan tempat kelahiran Yesus  yakni di Betlehem, sebuah kota kecil yang tidak penting.
Ayat ini digenapi dalam Mat 2:6.
Yeremia menubuatkan terjadinya pembantaian bayi-bayi pada masa kelahiran (Yer 31:15)
Hal ini terjadi pada masa kelahiran Yesus (Mat 2:16-18)
Hosea menubuatkan peristiwa bahwa mesias akan dilarikan ke Mesir (Hos 11:1)
Yesus dilarikan ke Mesir (Mat 2:14-15)
Yes 40:3 membicarakan tentang “suara yang berseru-seru” sebelum kemuliaan Tuhan dinyatakan sebelum kedatangan Mesias.
Ini digenapi dalam diri Yohanes Pembaptis, pendahulu Yesus yang menyerukan pertobatan sebagai persiapan bagi kedatangan kerajaan Allah (Mat 3:3; Yoh 1:23).
Zak 9:9 menjelaskan bagaimana Mesias akan datang dengan kemenangan, sebagai seorang raja  yang masuk ke Yerusalem di atas keledai beban yang muda.
Ini digenapi dalam Mat 21:5.
Mal 3:1 paralel dengan Yes 40:3. Mal 3:1 menunjuk pada pendahulu Mesias sebagai seorang utusan yang mempersiapkan jalan bagi Mesias.
Hal ini juga digenapi (lihat Mat 11:10; Mark 1:2-3)
Yes 61:1 berkata bahwa Mesias akan diurapi oleh Roh Kudus dalam pelayanan, memampukan Dia memberitakan Injil kepada orang miskin, membebaskan mereka yang berada dalam perbudakan rohani dan memberikan penglihatan kepada mereka yang buta
Kristus diurapi oleh Roh Kudus dalam pelayanan, memampukan Dia memberitakan Injil kepada orang miskin, membebaskan mereka yang berada dalam perbudakan rohani dan memberikan penglihatan kepada mereka yang buta (Luk 4:18-21).
Yes 9:1-2 menubuatkan bahwa Mesias akan disamakan dengan masyarakat non Yahudi.
Ini digenapi sewaktu Kristus tinggal di Nazaret di mana wakil dari pemerintahan Roma ditempatkan dan kemudian di Kapernaum (Mat 4:15-16).
Yes 35:5-6 dan Yes 61:1-2 Mesias akan memberikan penglihatan bagi yang buta, menyembuhkan yang lumpuh, mentahirkan yang sakit kusta, membangkitkan orang mati, memberikan kabar baik pada orang-orang sengsara, dan merawat orang-orang yang remuk hati.
Dikombinasikan dengan tanggapan Yesus pada pertanyaan Yohanes, mengindikasikan tentang pelayanan Kristus di dunia untuk memberikan penglihatan pada yang buta, menyembuhkan yang lumpuh, mentahirkan yang kusta, membangkitkan yang mati, memberitakan kabar baik pada yang miskin merupakan penggenapan nubuat Yesaya (Mat 11:5-6).
Yes 42:2-4 menjabarkan Mesias sebagai yang tidak sama dengan orang Farsi. Ia tidak suka bertengkar atau tidak berbelas kasihan, Ia baik dan penuh belas kasih, Ia tidak akan menghancurkan yang lemah dan lunglai, Ia akan menghibur mereka. Oleh karena itu banyak orang non Yahudi yang akan percaya pada Dia.
Ini cocok dengan penggambaran Kristus  (Mat 12:19-21).
Yes 29:13 mengatakan bahwa bangsa itu akan taat kepada Mesias hanya di bibir saja, bukan ketaatan yang sejati
Ini terjadi seperti yang diungkapkan dalam Mat 15:8-9.
Zak 13:7 mendeklarasikan bahwa Mesias akan ditinggalkan oleh semua teman-Nya pada saat yang krusial.
Nubuat inipun digenapi dan diceritakan dalam Mat 26:31.
Zak 11:12-13 menyatakan bahwa Mesias akan dijual dengan 30 keping perak.
Ini juga digenapi dalam Mat 27:9-10.
Yes 52:14 menjabarkan muka Kristus yang tidak dikenali lagi sebagai akibat sesahan.
Yoh 19:1 menceritakan tentang penderitaan Yesus ini.
Seluruh ayat di Yesaya 53 adalah nubuat tentang kematian dan kebangkitan Kristus; dari setiap ayat, tidak ada yang tidakdigenapi. Berikut ini ada dua ayat dari antaranya;
Yes 53:4 menjabarkan bahwa mesias akan menanggung penyakit orang-orang.
Matius menyatakan bahwa hal itu digenapi dalam pelayanan Kristus di dunia pada waktu Ia menyembuhkan mereka yang sakit (Mat 8:17).
53:5 menubuatkan penyesahan dan kematian Kristus karena kekejaman
Telah digenapi dan tertulis dalam Yoh 19:1,18.
53:7 menubuatkan Mesias seperti seekor domba yang diam dan taat menuju kematian.
Seperti yang tercatat dalam Yoh 1:29.
“dia membiarkan diri ditindas dan tidak membuka mulutnya seperti anak domba yang dibawa ke pembantaian ke pembantaian” (Yes. 53:7)
Kristus, anak domba Allah, tetap bungkam selama penderitaannya (Mat. 27:12,14)
”Orang-orang menempatkan kuburnya di antara orang-orang fasik, dan dalam matinya ia ada di antara penjahat-penjahat” (Yes. 53:9)
Yesus disalib bersama penjahat (Mat. 27:38), tetapi dikubur di pekuburan orang-orang kaya (Mat. 27:57-60)

Jika diurutkan, masih banyak lagi yang dapat dituliskan dalam tabel ini. Namun sudah sangat jelas bahwa tidak ada orang lain selain Yesus yang dapat menggenapi semua nubuat itu. Nubuat-nubuat tersebut jelas tidak memungkinkan akan ada “mesias-mesias” lain di masa mendatang, kecuali bahwa harapan itu akan dipenuhi pada kedatangan kembali Kristus yang kedua kali nanti.

IV. Sifat-sifat Umum dari Nubuatan Tentang Mesias oleh Para Nabi
Nubuatan tentang Mesias dalam diri Yesus Kristus cukup jelas, khususnya bila di pandang dari pernyataan Perjanjian Baru di mana penggenapannya membantu memberikan keterangan tentang isi nubuatan di dalam Perjanjian Lama itu. Bagaimanapun juga nubuatan tentang Mesias ini memiliki masalah-masalah tertentu namun tetap tidak mengurangi makna bahwa Yesus adalah mesias yang sejati:
1.  Bahasa dari nubuatan tentang Mesias sering samar-samar. Tetapi walau samar-samar, tidak mungkin akan memiliki dua arti. Seperti yang pernah dikatakan oleh Milton Terry bahwa “jika Alkitab memiliki lebih dari satu arti, itu tidak ada artinya sama sekali”.[21] Tetapi maksud Allah dalam kesamaran ini ialah untuk menjadikan nubuatan itu dapat dimengerti hanya oleh orang-orang percaya sejati yang diajar oleh Roh Kudus dan oleh karena itu dapat membedakan mana bagian-bagian yang merupakan nubuatan tentang Mesias. Banyak di antara bagian-bagian itu tidak dapat ditafsirkan kecuali diterangi oleh seluruh isi Firman Allah.
2. Bahasa dari nubuatan Mesias sering bersifat kiasan. Arti kiasan itu tidak perlu tak berketentuan, karena sering kiasan itu memberikan maksud yang sangat jelas bahkan walaupun bagian tersebut barangkali perlu ditafsirkan. Misalnya, ketika Kitab Suci mengucapkan nubuatan berikut, "Suatu tunas akan keluar dari tunggul Isai, dan taruk yang akan tumbuh dari pangkalnya akan berbuah" (Yesaya 11:1), jelas ayat ini menunjuk kepada Mesias sebagai Seorang yang akan diturunkan dari Isai. Di sini meskipun memakai bahasa kiasan, namun kehenaran yang dikandungnya sungguh jelas.
3.  Terdapat hubungan typologis antara Daud dan nubuat kedatangan mesias.[22] Daud adalah tipe tentang Kristus sebagai seorang yang mula-mula gembala kemudian menjadi raja. Arti typologis dari peristiwa-peristiwa ini maupun berbagai kejadian kecil dalam hidupnya adalah bayang-bayang tentang Kristus. Terlebih bagi nabi-nabi yang hidup pada masa pra-pembuangan melihat masa keselamatan sebagai kebangkitan kembali kerajaan Daud yang besar dan agung.
4.  Dalam nubuatan tentang Mesias masa depan sering dianggap sebagai masa lalu atau masa sekarang. Bahasa lbrani sering mempergunakan pengertian ”sudah” dalam menulis nubuatan. Nubuat-nubuat agung dari Yesaya 53 umpamanya, ditulis seakan-akan sudah terjadi. A.B. Davidson mengemukakan, ”Penggunaan ini sangat biasa dalam bahasa yang muluk-muluk dari pada nabi, yang iman dan imajinasi-nya demikian jelas memproyeksikan di depan mereka segala peristiwa atau kejadian yang mereka nubuatkan seperti tampaknya sudah terjadi.” Ini bagian dari maksud Allah, dan oleh karena itu bagi nabi-nabi yang dapat memandangnya dengan jelas peristiwa-peristiwa tersebut sama seperti sudah terjadi. Gaya bahasa seperti ini menunjukkan bahwa peristiwa yang diramalkan dalam Perjanjian Lama itu pasti digenapi bahkan walaupun akan terjadi di masa depan.
4.  Seperti bentuk-bentuk nubuatan yang lain, nubuatan tentang Mesias sering dilihat secara horisontal dan bukan vertikal. Dengan perkataan lain, walaupun urutan peristiwa dalam nubuatan itu pada umumnya dinyatakan dalam Kitab Suci, tetapi nubuatan tidak selalu memberikan jarak waktu yang mestinya ada di antara dua peristiwa besar yang disebutnya. Nubuatan Perjanjian Lama bisa saja melompat dari peristiwa penderitaan Kristus langsung kepada kemuliaan-Nya tanpa menyebutkan jangka waktu yang terbukti dari sejarah memisahkan kedua peristiwa besar itu. Fakta bahwa nubuatan tentang Mesias tidak selalu menyebutkan jangka waktu di antara beberapa peristiwa, digambarkan dalam kutipan Kristus dari Yesaya 61:1-2 di dalam Lukas 4:18-19. Ayat-ayat di Yesaya menghubungkan kedatangan pertama dan kedua dari Kristus tanpa sesuatu petunjuk bahwa di antara keduanya terdapat jangka waktu yang lebar. Tetapi sejarah telah menunjukkan bahwa keduanya dipisahkan oleh jangka waktu paling sedikit lebih dari 1900 tahun. Kristus dalam kutipan-Nya menyebutkan aspek-aspek kedatangan pertama-Nya. Tetapi secara tiba- tiba berhenti tanpa menyebutkan ayat selanjutnya mengenai ”hari pembalasan Allah” yang menunjuk kepada hukuman di saat kedatangan kedua kali-Nya. Apabila dimengerti benar-benar, masalah dalam menafsirkan nubuatan tentang Mesias ini tidak begitu sulit. Tetapi si penafsir harus juga hati-hati untuk mengambil kesimpulan. Kalau ada nubuatan yang kurang lengkap, perlu memeriksa dengan teliti apa yang dimaksudkan oleh penulis.
Melihat karakteristik nubuat mesianik di atas maka dapat dipastikan bahwa nubuatan para nabi jelas menunjuk kepada ”Yesus Kristus” sang Mesias yang dinanti-nanti. Fakta yang penting yang berdiri teguh di atas yang lain adalah bahwa Mesias dari Perjanjian Lama adalah juga Mesias dalam Perjanjian Baru. Sebab Perjanjian Lama adalah legitimasi dari kedatangan Yesus. Ia secara aktif ikut serta membawa keselamatan dalam pengertiannya yang paling luas kepada orang-orang yang percaya kepada-Nya.[23]

V.    Kesimpulan
Jadi dapat disimpulkan bahwa ”mesias” yang adalah raja yang diurapi dan dinanti-nantikan untuk memulihkan keadaan bangsa Yahudi itu telah digenapi dalam diri Yesus Kristus. Setiap kata nubuatan dari para nabi merupakan kesaksian yang berulang-ulang tentang keilahian-Nya. Beberapa karakteristik umum dari nubuatan mesianik tersebut antara lain : 1) bahasa yang digunakan sering samar-samar dan sulit untuk ditafsirkan; 2) Banyak menggunanakan bahasa kiasan, tetapi meskipun demikian, pesan-pesan yang dikandungnya jelas; 3) Terdapat hubungan typologis antara Daud dan nubuat kedatangan mesias; 4) Nubuatan mesianik oleh para nabi-nabi PL kebanyakan menggunakan bahasa dalam bentuk lampau. Gaya bahasa ini merupakan ciri khas dari suatu nubuatan yang dianggap pasti terjadi; 5) Seperti bentuk-bentuk nubuatan yang lain, nubuatan tentang Mesias sering dilihat secara horisontal dan bukan vertikal. Oleh karena itu, nubuatan Perjanjian Lama biasa saja melompat dari penderitaan Kristus kepada kemuliaan-Nya tanpa menyebut jangka waktu yang terbukti dari sejarah memisahkan kedua peristiwa besar itu.

Daftar Pustaka

______Ensiklopedi Alkitab Masa Kini Jilid II M-Z, Jakarta : Yayasan Komunikasi Bina Kasih (OMF), 2002.
Barth, C. Theologia Perjanjian Lama 2, Jakarta : BPK Gunung Mulia, 1989.
Eastman, Mark & Smith, Chuck. The Search for Messiah, Fountain Valley : Joy Publishing.
Heinisch, Paul. History of The New Testament, Minesota : The Liturgical Press, 1952.
Kac, Athur Wm. The Messianic Hope, Michigan : Baker Book House, 1975.
Kaiser, Walter C. The Messiah in the Old Testament, Michigan : Zondervan Publishing House, 1995.
Lasor, W.S. Pengantar Perjanjian Lama 2, Jakarta: PT BPK Gunung Mulia, 2000.
Purba, Kreysen, Diktat Mata Kuliah Nubuatan Mesianik Dalam Perjanjian Lama, Bandung: STTB, 2010.
Ringgren, Helmer. The Messiah in the Old Testament, London : SCM Press, 1956.
Siahaan, S.M. Pengharapan Mesias Dalam Perjanjian Lama, Jakarta : BPK Gunung Mulia, 1991.
Walvoord, John F.  Yesus Kristus Tuhan Kita, Surabaya : Yakin, 1969.
Walvoord, John, F. Jesus The King Is Coming, Chichago : Moody Press, 1975.

Internet


[1] W.S. Lasor, Pengantar Perjanjian Lama 2, (Jakarta: PT BPK Gunung Mulia, 2000), hlm. 193.
[2] Clarence H. Benson, Pengantar Perjanjian Lama Puisi dan Nubuat, (Malang: Gandum Mas, 2004), hlm. 33.
[3] Kreysen Purba, Diktat Mata Kuliah Nubuatan Mesianik Dalam Perjanjian Lama, (Bandung: STTB, 2010), hlm. 2.
[4] S. M Siahaan, Pengharapan Mesias Dalam Perjanjian Lama, (Jakarta : BPK Gunung Mulia, 1991), hlm. 3.
[5] http://www.sarapanpagi.com
[6] C. Barth, Theologia Perjanjian Lama 2, (Jakarta : BPK Gunung Mulia, 1989), hlm. 62.
[7]  Walter c. Kaiser, The Messiah in the Old Testament, (Michigan : Zondervan Publishing House, 1995), hlm. 6.
[8] Helmer Ringgren, The Messiah in the Old Testament, (London : SCM Press), hlm. 23.
[9] C. Barth, Theologia Perjanjian Lama 2, (Jakarta : BPK Gunung Mulia, 1989), hlm. 147.
[10] Mark Eastman & Chuck Smith, The Search for Messiah, (Fountain Valley : Joy Publishing), hlm. 1.
[11] John, F. Walvoord, Jesus The King Is Coming, (Chichago : Moody Press, 1975), hlm. 127.
[12] Amos adalah nabi yang melanjutkan nubuat nabi Natan. Ia terpanggil untuk memperingati bangsa Yehuda beserta rajanya (Yeroboam II), yang menduduki tahta Efraim, akan keruntuhan kerajaan tersebut (7:9-11). Bangsa-bangsa lain juga akan dihukum tetapi dalam hukuman tersebut masih akan ada bangsa yang selamat (9:8). Masa keselamatan itu adalah kerajaan Daud seperti pada masa awal kerajaan (Am 9:11-15). 
[13] Walter c. Kaiser, The Messiah in the Old Testament, (Michigan : Zondervan Publishing House, 1995), hlm. 145.
[14] Walter c. Kaiser, The Messiah in the Old Testament, (Michigan : Zondervan Publishing House, 1995), hlm. 142.
[15] Ibid, hlm. 143.
[16] Kitab Yesaya juga sering diistilahkan sebagai kitab Messianik karena di dalam kitab ini banyak terdapat nubuatan-nubuatan kedatangan Messias.
[17] Athur Wm Kac, The Messianic Hope, (Michigan : Baker Book House, 1975), hlm. 34-35.
[18] Pengharapan Mesias Dalam Perjanjian Lama, hlm. 20.
[19] Ibid, hlm. 22.
[20] Ini dapat dilihat dari silsilah Yesus di Matius 1. Bahwa Zerubabel adalah nenek moyang Yesus.
[21] Walter c. Kaiser, The Messiah in the Old Testament, (Michigan : Zondervan Publishing House, 1995), hlm. 32.
[22] John F. Walvoord,  Yesus Kristus Tuhan Kita, (Surabaya : Yakin, 1969), hlm. 57.
[23] Ibid, hlm. 53.